Cadaver Itu lah yang Menemuiku Tadi Malam

cadaverCadaver Itu lah yang Menemuiku Tadi Malam

Para mahasiswa kedokteran hari ini tengah sibuk mempersiapkan diri untuk ujian besok, tak terkecuali aku. Rasanya deg-degan sekali mengingat masih ada beberapa materi yang belum aku pahami. Ditambah lagi, besok adalah kali pertama aku akan membedah cadaver. Ya, mayat yang diawetkan dan dijadikan bahan pembelajaran anatomi para calon dokter dan tenaga medis lainnya itu lah cadaver. Bentuk organ manusia yang mungkin sudah berubah warna bukan merah segar lagi, tapi hitam legam karena teroksidasi formalin.

Langit mulai gelap. Matahari yang siang ini begitu terik telah tergantikan oleh sinar rembulan yang redup. Ruang 304 yang berada di pojok kanan lantai 3 masih ramai mahasiswa yang tengah sibuk belajar. Aku membolak-balik lembar demi lembar diktat kuliah yang masih saja sulit aku pahami. Saking fokusnya membaca kata demi kata, aku pun tak sadar kalau teman-temanku telah pulang satu per satu. Kini tinggal lah aku sendiri di ruang 304 yang sunyi sepi itu. Aku bergegas merapikan barang-barangku dan memasukkannya ke dalam tas, lalu beranjak ke luar ruangan. Ketika aku hendak menutup pintu, tiba-tiba saja seseorang menepuk pundakku dari belakang, sehingga aku terkejut dan hampir saja terjatuh.

Seorang pria paruh baya dengan kemeja warna putih berdiri di depanku sambil memegang sapu. Lalu, pria itu menyodorkan selembar kertas kepadaku.

“Ini mas, soal buat ujian besok,” kata pria itu.

Aku terima saja kertas itu, meski tak mengerti mengapa dia menyerahkannya padaku. Aku mengangguk sambil mengucapkan terima kasih, lalu segera pergi meninggalkan kampus.

Esoknya, aku terkejut bukan main tatkala lembar ujian dibagikan. Soal-soal yang ada di dalamnya sama persis dengan yang diberikan oleh pria semalam. Ya Tuhan, siapa gerangan pria yang aku temui tadi malam? Belum sempat rasa penasaranku itu hilang, aku dibuat terkejut lagi tatkala melihat cadaver yang akan aku bedah. Bulu kudukku pun seketika berdiri. Keringat dingin mulai mengucur membasahi sekujur badanku. Badanku menjadi lemas dan jari-jemariku pun seolah menjadi kaku. Cadaver itu lah yang menemuiku tadi malam.

Bookmark the permalink.

Comments are closed.