Teror Tengah Malam

teror hantuTeror Tengah Malam

 

Kriiiiing… Kriiiiing….

Telepon rumah berdering begitu kencang, sehingga membangunkan Rani dari tidur lelapnya. Jarum pendek dan panjang jam di dinding tepat berada di angka 12 malam. Rani segera bangun dan mengangkat telepon yang masuk. Suara perempuan yang tak asing lagi buat Rani terdengar dari seberang telepon.

Tak salah lagi, itu adalah suara Mirna, teman kantor Rani. Mirna bercerita bahwa dia bersama Agung pergi ke sebuah bangunan tua bekas hotel yang angker untuk melakukan uji nyali. Saat memasuki bangunan tersebut, ada suara aneh yang terdengar dari salah satu kamar. Mirna ketakutan, tapi Agung keukeuh ingin masuk kamar tersebut. Akhirnya Agung memasuki kamar tersebut seorang diri kmar yang terdapat sebuah venetian mirror yang cantik, sementara Mirna menunggu di luar. Namun, sesuatu yang mengerikan terjadi setelah itu. Agung keluar kamar dengan mata yang merah dan melotot ke arah Mirna. Rambutnya berantakan, dan bibirnya tersenyum menakutkan. Continue reading

Angkot Hantu

Angkot Hantu

angkot hantu..:PLangit malam ini begitu gelap karena tertutup mendung. Tak terlihat satu pun bintang yang biasanya kerlap-kerlip menerangi malam. Jalanan begitu sunyi seakan tak ada satu pun kehidupan. Hanya suara pepohonan yang tertiup angin dan bergerak ke kanan dan kiri yang terdengar. Kendaraan yang biasanya lalu lalang melintasi jalan, malam ini pun tak terlihat sama sekali. Continue reading

Cadaver Itu lah yang Menemuiku Tadi Malam

cadaverCadaver Itu lah yang Menemuiku Tadi Malam

Para mahasiswa kedokteran hari ini tengah sibuk mempersiapkan diri untuk ujian besok, tak terkecuali aku. Rasanya deg-degan sekali mengingat masih ada beberapa materi yang belum aku pahami. Ditambah lagi, besok adalah kali pertama aku akan membedah cadaver. Ya, mayat yang diawetkan dan dijadikan bahan pembelajaran anatomi para calon dokter dan tenaga medis lainnya itu lah cadaver. Bentuk organ manusia yang mungkin sudah berubah warna bukan merah segar lagi, tapi hitam legam karena teroksidasi formalin. Continue reading

Aneh, Uang di Dalam Kantong Itu Terus Bertambah

uang rajahAneh, Uang di Dalam Kantong Itu Terus Bertambah

Kejadian ini aku alami sewaktu aku masih duduk di bangku SMP. Aku sering kali merasakan kejadian-kejadian yang akan terjadi padaku atau sekitarku. Mungkin hal tersebut hanyalah insting yang biasa manusia miliki. Ya, aku berusaha menenangkan diriku.

Suatu hari, saat aku hendak berlibur bersama teman-temanku, ayah tiba-tiba saja mendatangiku di kamar. Dia menatapku cukup lama sampai akhirnya berkata padaku agar sewaktu berlibur nanti jangan sekali-kali memisahkan diri dari rombongan. Jika aku melakukannya, maka aku akan tersesat. Aku mengernyitkan dahi tak mengerti kenapa ayah tiba-tiba saja berpesan seperti itu padaku, tapi ku anggukkan saja kepalaku dan akan mengingat pesannya. Ayah juga berpesan padaku agar tak pelit ilmu dan mau membaginya dengan teman-temanku di sekolah. Kali ini aku benar-benar terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa ayah tahu apa yang aku alami di sekolah? Memang benar, hari ini aku tak mengajari temanku yang terus-terusan memintaku untuk memperlihatkan jawabanku padanya, tapi bagaimana ayah bisa tahu akan hal itu? Continue reading

Jin Penjaga Warisan Nenek Moyang

jinJin Penjaga warisan nenek moyang

Malam itu kami benar-benar tak menyangka bahwa Emil akan kesurupan. Jika tak kami hentikan, mungkin kakinya akan mengenai kaca aquarium yang dibawa Setyo untuk proyek kami. Setyo berdiri mematung melihat badan Emil yang menggelepar-gelepar di lantai. Dia tak bisa berkata apa-apa. Wajahnya terlihat cemas. Mungkin Setyo berfikir kesurupan itu terjadi karena dia menekan Emil untuk menjawab semua pertanyaannya sewaktu dia menegur Emil atas sikapnya yang tak bertanggung jawab selama kami mengerjakan proyek. Continue reading

Penunggu Rumah Tua

rumah-tua

Masih di rumah tua, aku dan ketujuh kawanku tinggal hingga proyek yang kami kerjakan selesai. Sudah dua hari kami tidak menjumpai ada kejadian aneh lagi. Hingga suatu hari, Emil, Anis, dan Anti, mulai membuat ulah. Entah apa yang membuat mereka berubah. Mereka sering pergi entah kemana tanpa ijin terlebih dahulu kepadaku atau yang lain. Bahkan Emil mulai berani merokok secara terang-terangan di depan kami. Setyo, pemimpin proyek, yang kebetulan tengah datang berkunjung langsung menegur Emil agar lebih menjaga sikapnya mengingat kami tengah berada di desa orang. Namun, Emil tak mengindahkan apa yang Setyo katakan. Continue reading