Aneh, Uang di Dalam Kantong Itu Terus Bertambah

uang rajahAneh, Uang di Dalam Kantong Itu Terus Bertambah

Kejadian ini aku alami sewaktu aku masih duduk di bangku SMP. Aku sering kali merasakan kejadian-kejadian yang akan terjadi padaku atau sekitarku. Mungkin hal tersebut hanyalah insting yang biasa manusia miliki. Ya, aku berusaha menenangkan diriku.

Suatu hari, saat aku hendak berlibur bersama teman-temanku, ayah tiba-tiba saja mendatangiku di kamar. Dia menatapku cukup lama sampai akhirnya berkata padaku agar sewaktu berlibur nanti jangan sekali-kali memisahkan diri dari rombongan. Jika aku melakukannya, maka aku akan tersesat. Aku mengernyitkan dahi tak mengerti kenapa ayah tiba-tiba saja berpesan seperti itu padaku, tapi ku anggukkan saja kepalaku dan akan mengingat pesannya. Ayah juga berpesan padaku agar tak pelit ilmu dan mau membaginya dengan teman-temanku di sekolah. Kali ini aku benar-benar terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa ayah tahu apa yang aku alami di sekolah? Memang benar, hari ini aku tak mengajari temanku yang terus-terusan memintaku untuk memperlihatkan jawabanku padanya, tapi bagaimana ayah bisa tahu akan hal itu?

Liburan pun tiba. Dan seperti yang ayah katakan padaku, aku tersesat. Semenjak itu, aku tak kaget lagi jika ayah tiba-tiba mengatakan ini itu padaku. Mungkin ayah dikarunia kemampuan yang tak dimiliki manusia pada umumnya, meski terkadang kemampuan ayah itu justru membuatku takut. Ya, sama takutnya aku akan kejadian-kejadian yang seringkali melintas di pikiranku. Kejadian-kejadian yang seringkali akan terjadi. Hingga suatu hari, aku merasakan bahwa ada yang aneh dengan uang yang kusimpan didalam kantong yang berada di bagian depan tas yang biasa kupakai sekolah. Aku ingat sekali bahwa aku hanya menyimpan sedikit recehan disitu, tapi aneh, uang di dalam kantong itu terus bertambah. Aku berusaha tak mengacuhkannya. Kuharap esoknya uang itu kembali normal. Namun, bukannya berkurang setelah kugunakan untuk jajan, uang itu justru semakin bertambah.

Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan pada uang-uang itu. Aku merasa itu bukan hakku. Aku pun tak berani menggunakannya lagi. kubiarkan saja uang itu di dalam kantong. Namun, aneh, uang di dalam kantong itu terus bertambah sekalipun aku tak menggunakannya. Aku menghela nafas dalam.

Tuhan, apa yang harus aku lakukan terhadap uang-uang itu? Kataku dalam hati. Aku memang membutuhkan uang. Diam-diam aku menyisihkan uang sakuku untuk biaya sekolahku nanti, tapi aku tak mau uang dengan cara seperti ini. Aku ingin uang ini kembali normal sesuai dengan uang yang aku simpan di dalam.

Tiba-tiba saja aku seolah mendengar seseorang berkata padaku untuk mengambil beberapa uang di dalam kantong itu, lalu meletakkannya di dalam Alqur’an. Aku coba melakukan hal tersebut sambil berdo’a agar uang itu kembali seperti awalnya.

Esoknya, kuambil uang yang kuletakkan di dalam Alqur’an, lalu mengembalikannya ke dalam kantong. Dan akhirnya, uang di dalam kantong itu pun kembali normal. Ya, uang itu tinggal sedikit, tapi aku lega melihatnya. Sampai saat ini, aku masih tak mengerti kenapa uang di dalam kantong itu terus bertambah. Entah itu permainan setan atau apa, kalau pun benar, aku tak menginginkannya. Apapun bentuknya, aku tak mau melakukan transaksi dengan bangsa jin.

Bookmark the permalink.

Comments are closed.